Senin, 12 Juli 2010

Sujarwo, Peternak Ayam Petarung

AYAM Bangkok amat terkenal di kalangan pehobi ayam petarung. Ayam yang induknya berasal dari Thailand itu diakui punya kualitas yang bagus sebagai jagoan di arena. Jadi, jangan heran bila di pasaran ada banyak ayam bangkok yang dijual dengan harga dan kualitas beragam. Dari yang bermutu impor sampai hasil silangan lokal.

Sujarwo (40), seorang peternak ayam bangkok silangan lokal, yang beralamat di RT 11 No 34 Kelurahan Pall Merah Lama Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi mengaku memelihara ayam sebagai penyalur hobi. Namun, memelihara ayam aduan harus telaten tidak bisa sembrono. “Kandang harus bersih, dirawat sejak usia dini, pemberian pakan dan vitamin harus dilakukan teratur,” katanya kepada Media Jambi, Selasa (6/7).

Lelaki asal Madiun Jawa Timur yang merantau ke Jambi tahun 1985, ini memelihara ayam aduan sejak tahun 2001. Awalnya hanya bermodalkan Rp 80.000 yang dibelikannya empat ekor anakan impor. Setelah besar dijual dengan harga Rp 300.000 per ekor, kemudian dibelikan lagi ayam betina sebagai induk. Hingga saat ini berkembang tak kurang dari 100 ekor yang siap bertarung. Beternak ayam aduan ini dijadikan sebagai usaha sampingan.

Harga ayam aduan ini cukup tinggi, bila dibadingkan harga ayam potong. Anak ayam yang baru berumur dua bulan saja dijual Rp 50.000 per ekor. Sedangkan yang sudah bisa bertarung dijual berkisar Rp 150.000 sampai Rp 300.000 per ekor. Mahalnya harga ayam aduan ini tidak lain karena tidak semua orang bisa merawat ayam jenis ini. Ayam aduan ini memiliki ciri-ciri tersendiri. “Dapat dilihat dari batok kepala dan tulang alis yang tebal, kepala berbentuk buah pinang, bulu mengkilap dan kaku, kaki bersisik kasar, saat berdiri sikap badannya tegak, mata masuk ke dalam, pukulan keras dan akurat,” ujar dia.

Ayah tiga anak yang juga petani penggarap tanah Angkasa Pura ini mengingatkan untuk berhati-hati memilih ayam bangkok yang akan dijadikan jagoan. Jangan sampai kecewa lantaran ayam yang ditawarkan tak sesuai harapan. Sebab saat ini ayam bangkok yang beredar di pasaran cukup banyak jenisnya. “Ada yang beneran impor, anakan impor, dan ada pula yang lokal,” ujarnya.

“Seekor ayam aduan bisa mulai diadu jika umurnya sudah delapan bulan. Atau paling nggak sudah dapat latihan tarung sebanyak dua atau tiga kali dengan ayam yang sudah berpengalaman,” sebut Jarwo. Berdasarkan pengalaman, tiap kali latihan dibutuhkan waktu bertahap dari 1 x 10-15 menit sampai 2 x 45 menit. Sebetulnya umur terbaik sebagai ayam petarung adalah 1,5 tahun atau setelah ayam mengalami rontok bulu pertama. (mas)

1 komentar:

  1. sy dari bahar pak, ayah sy jg dr madiun, banyak koleksinya pak

    BalasHapus